Wednesday, July 20, 2011

blogmasanton - Pasang Iklan Gratis Anda disini, ya sobat semua bingung mau pasang iklan dimana ? Trafik tinggi.....berarti kemungkinan iklan di lihat akan semakin besar. So jangan bingung iklankan produk anda di berniaga.com. Kenapa harus di berniaga.com ...??? Berniaga.com merupakan sebuah situs jual dan beli yang hampir menjual atau menyediakan seluruh barang yang sobat cari. Seperti mobil, motor, handphone, rumah, komputer,dsb . Itu semua bisa sobat beli dan bisa sobat jual dengan sangat mudah dan nyaman di berniaga.com. Dijamin sobat bakal tertarik dengan harga terbaik di antara iklan online lainnya.

Keseriusan berniaga.com dalam melayani dan memberikan yang terbaik dibuktikan dengan menggandeng dan mempromosikan situsnya dibeberapa digital media. Saat ini bisa sobat liat dibeberapa media online dan offline, berniaga.com selalu hadir dengan iklan yang inovatif. Ini bertujuan agar seluruh barang dan proses jual beli dapat lebih dikenal keseluruh kalangan.
Jika sobat saat ini bingung dan ingin menjual beberapa barang, mungkin sobat sudah mencoba peruntungan di kaskus tapi terkendala dengan peraturan yang berlaku disana. Hanya jika sobat memiliki jumlah post diatas 2000-an dan sudah berstatus ISO-lah yang dapat dipercaya untuk menjual barang. Selain itu disitus lain yang berbeda kita harus dihadapkan dengan proses registrasi ribet, bla bla bla. Gak ada salahnya sobat mencoba menjual atau membeli di situs berniaga.com.
Untuk menjual atau memasarkan iklan, sobat gak perlu takut atau dipusingkan dengan proses yang berjubel. Sobat tinggal mengunjungi situs berniaga.com dengan klik banner disamping postingan ini.
Prosesnya sangat mudah. Setelah sobat mengklik banner tersebut dan masuk ke situs berniaga.com, klik gpasang iklan untuk memasarkan iklan / mulai menjual barang, isi formulir yang telah disediakan, dan selesai. Setelah di submit cek email anda, akan ada konfirmasi dari berniaga.com bahwa iklan anda telah di aprove atau disetujui. Mudah kan...??? So ga ada salahnya mencoba mengiklankan produk atau bisnis anda disini. Semoga memberi inspirasi.
READ MORE - Pasang Iklan Gratis Anda disini

Thursday, July 14, 2011

Kisah Penebang Pohon

blogmasanton - Tersebutlah seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti ,

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru ! 

sumber : Andri Wongso
READ MORE - Kisah Penebang Pohon
blogmasanton - Posting kali ini sedikit berbagi lagi cerita motivasi, semoga dapat memberi inspirasi buat sobat semua khususnya para ayah. 

Pada suatu hari, tampak seorang ayah sedang berdiri di taman, menemani anaknya yang sedang gembira bermain ayunan. Agaknya waktu serasa cepat berlalu, sambil sesekali melirik pada jam di tangannya, si ayah tahu, saatnya bermain telah selesai, karena masih ada pekerjaan yang menunggu untuk segera diselesaikan.
"Sebentar Ayah, lima menit lagi yaaaah, pliiiisss," suara kecil itu terdengar memelas. Ayahnya dengan spontan menjawab, "Oke, lima menit lagi!" Si kecil berlari ke ayunannya dan kembali bermain dengan gembira sedangkan si ayah mengamati dari kejauhan dengan senyuman senang. 
Lima menit berlalu dengan cepat, saat si ayah mengingatkan kepada puteranya. "Pliiiissss, lima menit lagi, Yah. Lima menit terakhiiir deh. Janji, setelah ini udahan. Oke, Yah?" suara memohon disertai tatapan mata yang penuh harap membuat si ayah tidak tega dan kembali mengabulkan permintaan si kecil.
Seorang ibu yang sedari tadi mengamati kejadian itu di sebelahnya berkomentar, "Wah... Bapak hebat sekali, sabar dengan anak-anaknya ya, Pak." Dengan tersenyum si ayah berkata, "Iya Bu, belajar sabar. Saya pernah kehilangan anak saya yang sulung karena terjatuh saat naik sepeda. Sampai sekarang, masih terasa kekecewaan dan penyesalan di dalam hati ini. Saat mereka ada, saya terlalu sibuk dan tidak berusaha lebih keras menyisihkan waktu untuk keluarga hingga kemudian harus kehilangan salah satunya. Saat sibuk dengan pekerjaan, saya berpikir, toh yang saya lakukan untuk membahagiakan mereka, untuk memenuhi kebutuhan mereka juga. Dan saya salah. Uang yang saya kumpulkan seberapa banyak pun, ternyata tidak pernah bisa membeli kebahagiaan itu," ujarnya dengan nada duka.
"Sejak saat itu saya berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dan saat si kecil merengek minta 'lima menit', sesungguhnya, bukan dia yang meminta waktu kepada saya, tetapi dia justru sedang memberi tambahan waktu kepada saya untuk menikmati kegembiraan bersamanya," papar si ayah sambil melontarkan pandangan sayang kepada putranya yang sedang asyik bermain. 

Sobat semua ......
 
Manusia seringkali lupa mensyukuri dan menghargai yang telah dipunyai. Saat keadaan memaksa dia harus kehilangan, segera kecewa dan rasa sesal pun seiring mengikuti, bahkan kerap kali terpuruk dengan perasaan bersalah yang berkepanjangan dan sulit untuk memaafkan diri sendiri.

Maka, mari kita siapkan waktu bahkan 'paksakan' diri untuk membiasakan berbagi perhatian dengan keluarga dan orang-orang yang kita cintai.

READ MORE - Lima Menit Lagi Ayah ....Plisss..!!!!