Thursday, July 1, 2010


Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan kedudukan yang mulia bagi siapa saja yang telah menjadi seorang ayah. Oleh karena itu kesempatan yang diberikan ini pun sudah seharusnya jangan sampai disia-siakan begitu saja.


Rasulallah sholallohu alaihi wa sallam  pun memberikan kabar gembira kepada setiap ayah, melalui sabda beliau:



(( ثَلاَثٌ دَعْوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ اْلوَالِدِ وَ دَعْوَةُ  الْمُسَافِر ِوَ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ ))



"Tiga Doa yang mustajab dan tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu Do'a seorang ayah dan do'a seorang yang sedang berpergian dan do'a orang yang terdzholimi..."  (HR. Abu Daud)


Masya Allah, kita harus meyakini bahwa doa sang ayah adalah maqbul alias mustajab. Maka berikanlah perkataan-perkataan yang baik kepada anak-anak kita agar anak kita menjadi anak yang shalih.

Lebih jauh dari pada itu semua, kita berharap hubungan baik pun dapat terjalin antara ayah dengan anaknya. Wahai para ayah. Sekali lagi tentu kita sangat menyayangi anak-anak kita, sebab merekalah penerus harapan dan cita-cita keluarga. Jangan merasa engkau belum berhasil dalam mendidik anak-anakmu dikarenakan engkau seorang yang tak berharta. Juga jangan berlebihan jika di dunia ini engkau memiliki segalanya, berikanlah sesuai dengan batas-batas tertentu, tidak pelit dan juga tidak boros.

Jika memang engkau tak memiliki harta ataupun ilmu yang ingin engkau warisi untuk anak-anakmu, engkau masih memiliki seuntai do'a.

"Duhai ananda, maafkan ayah jika ayah tidak bisa memberikanmu yang terbaik. Ayah belum sempat menyekolahkanmu untuk menuntut ilmu agama sesuai dengan cita-citamu itu.

Maafkan ayah karena tak bisa mewarisi harta yang melimpah, tapi....perlu engkau tahu wahai anakku, bahwa aku telah mempersiapkan seuntai kata untukmu. Kata-kata yang akan mempertemukan kita di surga-Nya nanti. Ya...kita akan bertemu di sana, di taman firdaus. Kita akan kembali membina sebuah keluarga yang paling bahagia di antara keluarga-keluarga yang ada di dunia. Salam sayang dari ayahmu....".


Semoga dapat memberi inspirasi …

READ MORE - Seuntai pesan buat ayah dan calon ayah….

Jangan Abaikan Doa Ayah ...

Allah menyatakan: "Hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."Tidak ada perbedaan tingkat berbuat baik kepada ibu dan ayah, begitu juga penghormatan, keduanya sama-sama sejajar. Yang boleh dibedakan adalah hubungan kedekatan. Dalam hal kedekatan, ibu tentu harus diutamakan daripada ayah. Tetapi dalam beberapa hal, ayah memiliki kelebihan daripada ibu. Pernah suatu ketika seorang anak mengadu kepada Rasulullah tentang ayahnya yang sering meminta uang. Setelah diklarifikasi oleh Rasulullah, beliau bersabda kepada anak yang mengadu itu: "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu."

Ayah, dialah pemimpin keluarga, dialah imam dalam rumah tangga, dan dialah yang bertanggung jawab atas kebaikan dan keburukan keluarga. Karena itu, dia harus punya kasih sayang, dia harus adil dan bijaksana. Kepemimpinan ayah dalam keluarga adalah pengabdiannya yang ikhlas. Rasulullah menyatakan: "Pemimpin atau Imam yang adil dijamin masuk surga." Doa pimpinan yang adil dikabulkan Allah. Maka tidak diragukan lagi doa ayah sungguh sangat mustajab. Rasulullah bersabda: "Doa ayah untuk anaknya sama dengan doa nabi untuk umatnya."

Cobalah Anda perhatikan sejarah kehidupan para nabi! Apa yang terjadi ketika sang ayah, Nabi Ibrahim berdoa. Apa yang terjadi ketika sang ayah, Nabi Luth berdoa. Apa yang terjadi ketika sang ayah, Nabi Syuaib berdoa. Apa yang terjadi ketika sang ayah, Nabi Muhammad berdoa. Apa yang terjadi ketika seorang anak berkhianat kepada ayahnya. Apa yang terjadi ketika seorang ayah berdoa untuk keluarganya. Baca buku ini dengan penuh penghayatan, Anda akan menemukan bukti dan dalil bahwa doa ayah sungguh sangat dahsyat. Maka jangan abaikan doa ayah!

Sinopsis : Jangan Abaikan Doa Ayah karya KH. Rusli Amin, MA
READ MORE - Jangan Abaikan Doa Ayah ...
         Mungkin sobat sudah ada yang berkeluarga....sudah memiliki seorang atau beberapa anak yang dibanggakan...disayangi.....Semua pasti setuju bahwa orang tua tentulah mempunyai harapan terhadap anaknya...pastilah semua harapan bertujuan baik terhadap masa depan sang anak. Melalui posting kali ini saya akan sedikit berbagi inspirasi, sebuah puisi yang sangat terkenal.....semoga ini dapat menjadikan kita Inspirasi untuk menjalani hidup ini....
         Puisi ini dibuat oleh seorang Jenderal dari Amerika Serikat yang sangat ternama dimasa perang dunia kedua. Dia adalah Jenderal Douglas Mac Arthur. Disamping seorang pemimpin yang sangat disegani baik oleh kawan maupun lawan, beliau adalah seorang bapak yang sangat baik dalam mendidik anaknya. Sampai sampai ditengah kesibukannya beliau masih sempat menulis puisi yang merupakan doa dan harapannya pada si anak. Puisi tersebut dipersembahakn bagi putra tercintanya yang pada saat itu baru berusia 14 tahun. Tercermin sebuah harapan besar seorang ayah kepada anaknya. Puisi tersebut diberinya judul “Doa untuk Putraku”. Bagi yang belum pernah membacanya, berikut isi puisi tersebut :

Doa Untuk Putraku

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat
Untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup Kejenakaan
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia


Dari puisi tersebut ada bagian yang memiliki makna mendalam soal tantangan kehidupan. "Tuhanku…Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan". Dari penggalan puisi tersebut dapat kita ambil maknanya sebagai inspirasi kita bahwa jika kita terbiasa berada dalam kehidupan yang mudah, kita akan tumbuh menjadi manusia yang lemah. Namun sebaliknya, jika kita terbiasa dengan jalan kehidupan yang terjal dan berliku, kita akan tumbuh menjadi manusia yang kuat, tegar, tahan uji, tak mudah menyerah, kreatif, dan sebagainya - karena sudah teruji dengan segala cobaan dan rintangan.
Itulah yang diharapkan sang jenderal dari putranya. Ia berharap si anak mendapat hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan, karena melalui kesulitan itu anaknya akan teruji.

Karena itu, kita patut bersyukur jika mendapat kehidupan yang sulit. Itu artinya, kita mendapat kesempatan untuk mengasah diri agar menjadi manusia yang kuat mental. Orang yang kuat mental memiliki bekal yang kuat pula untuk sukses di masa depan. Dan itu tak cuma yang diharapkan Jenderal MacArcthur melalui puisinya tersebut, tetapi diharapkan pula oleh kita semua. Semoga memberi inspirasi ..........


READ MORE - Harapan Seorang Ayah Untuk Anaknya ......